Latihan 1

Pertanyaan:

1. Apa latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ?

2. Apa manfaat dari HAKI ?

3. Jelaskan isue-isue masalah HAKI di Indonesia.

4. Berikan pendapat anda mengenai perkembangan HAKI di Indonesia

5. Menurut anda siapa sajakah yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?

Status:
Tercapai

Keterangan:
Telah dikerjakan

Pembuktian:

  1. latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
  2. Manfaat dari HAKI ?
  3. isue-isue masalah HAKI di Indonesia
  4. mengenai perkembangan HAKI di Indonesia
  5. siapa saja yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?

SKUP Hukum Paten & Merk (HP100Z) – Andi Wijaya

Halo, nama Saya Andi Wijaya, Saya adalah mahasiswa I Learning Plus jurusan Teknik Informatika, saya saat ini sedang menempuh pendidikan jenjang strata satu (S1) pada kelas Hukum Paten & Merk – HP100Z yang diajarkan oleh Miss Hani Dewi Ariessanti.
Berikut ini adalah Assignment yang telah saya selesaikan:

No. Assignment Status grade
1 Lat 1 Tercapai
2
3
4
5
6
8
9
10
11
12
13

Latihan Soal 2

Pertanyaan: 

1, Carilah  peraturan perundang-undangan HAKI di Internet Direktur Jenderal HAKI.

2. Carilah Kasus –Kasus Hak Cipta, Paten dan Merek dalam perkara Pidana

Status: Selesai

Keterangan: Sudah menyelesaikan assignment ini

Bukti:


1.Peraturan perundang undangan di website Direktur Jenderal HAKI

UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis
download

UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta
download

UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten
download

UU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten
download

UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek
download

UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta
download

UU Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri
download

UU Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang
download

UU Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu


 

2.Contoh Kasus –Kasus Hak Cipta, Paten dan Merek dalam perkara Pidana

  • Contoh Kasus HAK CIPTA

Perkara gugatan pelanggaran hak cipta logo cap jempol pada kemasan produk mesin cuci merek TCL bakal berlanjut ke Mahkamah Agung setelah pengusaha Junaide Sasongko melalui kuasa hukumnya mengajukan kasasi. “Kita akan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), rencana besok (hari ini) akan kami daftarkan,” kata Angga Brata Rosihan, kuasa hukum Junaide. Meskipun kasasi ke MA, Angga enggan berkomentar lebih lanjut terkait pertimbangan majelis hakim yang tidak menerima gugatan kliennya itu. “Kami akan menyiapkan bukti-bukti yang nanti akan kami tunjukan dalam kasasi,” ujarnya. Sebelumnya, majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengatakan tidak dapat menerima gugatan Junaide terhadap Nurtjahja Tanudi-sastro, pemilik PT Ansa Mandiri Pratama, distributor dan perakit produk mesin cuci merek TCL di Indonesia.

Pertimbangan majelis hakim menolak gugatan tersebut antara lain gugatan itu salah pihak (error in persona). Kuasa hukum tergugat, Andi Simangunsong, menyambut gembira putusan Pengadilan Niaga tersebut. Menurut dia, adanya putusan itu membuktikan tidak terdapat pelanggaran hak cipta atas peng-gunaan logo cap jempol pada produk TCL di Indonesia. Sebelumnya, Junaide menggugat Nurtjahja karena menilai pemilik dari perusahaan distributor dan perakit produk TCL di Indonesia itu telah menggunakan logo cap jempol pada kemasan mesin cuci merek TCL tanpa izin. Dalam gugatanya itu. penggugat menuntut ganti rugi sebesar Rp 144 miliar.

Penggugat mengklaim pihaknya sebagai pemilik hak eksklusif atas logo cap jempol. Pasalnya dia mengklaim pemegang sertifikat hak cipta atas gambar jempol dengan judul garansi di bawah No.-C00200708581 yang dicatat dan diumumkan untuk pertama kalinya pada 18 Juni 2007. Junaide diketahui pernah bekerja di TCL China yang memproduksi AC merek TCL sekitar pada 2000-2007. Pada 2005. Junaide mempunya ide untuk menaikkan kepercayaan masyarakat terhadap produk TCL dengan membuat gambar jempol yang di bawahnya ditulis garansi. Menurut dia, Nurtjahja telah melanggar Pasal 56 dan Pasal 57 UU No. 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta. Untuk itu Junaide menuntut ganti rugi materiel sebesar Rpl2 miliar dan imateriel sebesar Rp 120 miliar.

  • Contoh Kasus Hak Paten

Baru-baru ini, pertarungan hak paten antara Samsung dengan Apple di pengadilan nampaknya semakin meluas. Terlebih setelah pernyataan terbaru dari perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs tersebut. Apple mengatakan bahwa pemicu dari banyaknya pertikaian paten yang melibatkan Apple tak lain dan tak bukan adalah OS Android. Di pasaran saat ini banyak sekali beredar smartphone yang berbasis Sistem Operasi Android dan ditengarai banyak meniru produk keluaran Apple.

Dilihat dari pihak Samsung sendiri, perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut telah menyiapkan dokumen sebanyak 67 halaman sebagai bukti untuk melawan argumen-argumen yang dikeluarkan oleh musuhnya tersebut. Namun, dokumen-dokumen tersebut ternyata tidak hanya melibatkan Samsung sebagai pihak tertuduh pelanggaran hak paten. Beberapa produsen Android lain pun termasuk di dalamnya.

“Apple telah mengidentifikasi lusinan contoh dimana Android digunakan atau menjadi pemicu perusahaan lain untuk memakai teknologi yang telah dipatenkan Apple,” tulis sebuah kalimat dalam dokumen tersebut. Dokumen tersebut sebenarnya telah diperlihatkan kepada Samsung pada Agustus 2010.

Namun ada yang menarik di balik perang paten tersebut, ternyata ada hubungan mesra dalam bisnis hardware  di antara keduanya. Perlu diketahui, bahwa Apple merupakan pelanggan terbesar Samsung. Beberapa perangkat penting iPad dan iPhone, diproduksi oleh Samsung.

Selain itu, Apple membeli panel LCD, flash memory, dan prosesor dari Samsung. Keputusan perang paten di AS, sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan bisnis jangka panjang antara kedua perusahaan  menginta semakin rumitnay kasus tersebut bergulir dan belum adanya titik temu diantara kedua belah pihak yang berseteru.

Analisis :

Hak khusus pemegang paten untuk melaksanakan temuannya secara perusahaan atas patennya baik secara sendiri maupun dengan memberikan persetujuan atau ijin atau lisensi kepada orang lain, yaitu: membuat, menjual, menyewakan, menyerahkan, memakai, menyediakan, untuk dijual atau disewakan atau diserahkan hasil produksi yang diberi paten. Hak ini bersifat eksklusif, dalam arti hak yang hanya bisa dijalankan oleh orang yang memegang hak paten, orang lain dilarang melaksanakannya tanpa persetujuan pemegang paten

  • Contoh Kasuk Hak Merk

Contoh Kasus Pelanggaran Hak Merek

Merek merupakan suatu tanda yang berupa gambar atau huruf yang berada dalam suatu produk, terdiri dari warna-warna yang beraneka ragam dengan tujuan agar dapat menarik perhatian konsumen dan meraih keuntungan maksimal. Merek tersebut digunakan di pasaran dalam sistem perdagangan baik berupa barang maupun jasa.

Fungsi dari merek dapat dikatakan sebagai pemberitahu dan pembanding produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan atau seseorang dengan produk dari perusahaan lain atau orang lain. Dapat dikatakan pula fungsi dari merek adalah sebagai jaminan mutu produk tersebut terutama dari segi kualitasnya. Oleh karena itu agar kepemilikan dan merek tersebut diakui oleh konsumen, maka dibutuhkan suatu hak merek agar tidak mudah di salah gunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti menduplikasi merek tersebut dengan merubah beberapa kata dari merek tersebut tetapi jenis produk sama ataupun sebaliknya.

Kasus merek di Indonesia banyak terjadi baik bidang industri. Kasus-kasus tersebut bahkan ada yang menuai kontroversi dan ada yang masih saat ini tetap beredar di pasaran. Penulisan ini saya akan membahas salah satu contoh kasus merek yang beredar di pasaran, beserta analisis dan contoh-contoh lainnya.

  1. Kasus sengketa sepeda motor Tossa Krisma dengan Honda Karisma

Kasus ini berawal dari kesalahan penemu merek. Dilihat dengan seksama antara Krisma dan Karisma memiliki penyebutan kata yang sama. Tossa Krisma diproduksi oleh PT.Tossa Sakti, sedangkan Honda Karisma diproduksi oleh PT.Astra Honda Motor. PT.Tossa Sakti tidak dapat dibandingkan dengan PT.Astra Honda Motor (AHM), karena PT.AHM perusahaan yang mampu memproduksi 1.000.000 unit sepeda motor per tahun. Sedangkan PT.Tossa Sakti pada motor Tossa Krisma tidak banyak konsumen yang mengetahuinya, tetapi perusahaan tersebut berproduksi di kota-kota Jawa Tengah, dan hanya beberapa unit di Jakarta.

Permasalahan kasus ini tidak ada hubungan dengan pemroduksian, tetapi masalah penggunaan nama Karisma oleh PT.AHM. Sang pemilik merek dagang Krisma (Gunawan Chandra), mengajukan gugatan kepada PT.AHM atas merek tersebut ke jalur hukum. Menurut beliau, PT.AHM telah menggunakan merek tersebut dan tidak sesuai dengan yang terdaftar di Direktorat Merek Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan HAM. Bahkan PT.AHM diduga telah menggunakan merek tidak sesuai prosedur, karena aslinya huru Karisma di desain dengan huruf balok dan berwarna hitam putih, sedangkan PT.AHM memproduksi motor tersebut dengan tulisan huruf sambung dengan desain huruf berwana.

Akhirnya permohonan Gunawan Chandra dikabulkan oleh hakim Pengadilan Niaga Negeri.

Namun, PT.AHM tidak menerima keputusan dari hakim pengadilan, bahkan mengajukan keberatan melalui kasasi ke Mahkamah Agung. PT.AHM menuturkan bahwa sebelumnya Gunawan Chandra merupakan pihak ketiga atas merek tersebut. Bahkan, beliau menjiplak nama Krisma dari PT.AHM (Karisma) untuk sepeda motornya. Setelah mendapat teguran, beliau membuat surat pernyataan yang berisikan permintaan maaf dan pencabutan merek Krisma untuk tidak digunakan kembali, namun kenyataannya sampai saat ini beliau menggunakan merek tersebut.

Hasil dari persidangan tersebut, pihak PT.Tossa Sakti (Gunawan Chandra) memenangkan kasus ini, sedangkan pihak PT.AHM merasa kecewa karena pihak pengadilan tidak mempertimbangkan atas tuturan yang disampaikan. Ternyata dibalik kasus ini terdapat ketidakadilan bagi PT.AHM, yaitu masalah desain huruf pada Honda Karisma bahwa pencipta dari desain dan seni lukis huruf tersebut tidak dilindungi hukum.

Dari kasus tersebut, PT.AHM dikenakan pasal 61 dan 63 Undang-Undang No.15 Tahun 2001 tentang merek sebagai sarana penyelundupan hukum. Sengketa terhadap merek ini terjadi dari tahun 2005 dan berakhir pada tahun 2011, hal ini menyebabkan penurunan penjualan Honda Karisma dan pengaruh psikologis terhadap konsumen. Kini, PT.AHM telah mencabut merek Karisma tersebut dan menggantikan dengan desain baru yaitu Honda Supra X dengan bentuk hampir serupa dengan Honda Karisma.

Latihan Soal 1

Pertanyaan:

1. Apa latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ?

2. Apa manfaat dari HAKI ?

3. Jelaskan isue-isue masalah HAKI di Indonesia.

4. Berikan pendapat anda mengenai perkembangan HAKI di Indonesia

5. Menurut anda siapa sajakah yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?

Status: Selesai

Keterangan:  Sudah menyelesaikan assignment ini

Bukti:


1.Apa latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ?

Munculnya hak kekayaan intelektual (HKI) atau Intellectual Property Rights (IPR) sebagi bahan pembicaraan dalam tataran nasional, regional dan bahkan internasional tidak lepas dari pembentukan organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO), pembentukan WTO sendiri mempunyai sejarah yang cukup panjang, yakni ditandai dengan masalah perundingan tariff dan perdagangan ( General Agreement Tariff and Trade, GATT), Dalam putaran terakhir pada tahun 1994 di Maroko (marakesh) ditandatangani oleh sejumlah Negara peserta konferensi pembentukan WTO adalah lampiran IC yakni tentang hak kekayaan intelektual dikaitkan dengan perdagangan (Trade Realeted Intellectual Property Rights, TRIPs).

Amerika serikat (AS) sebgai salah satu pelopor pembentukan WTO, mengaitkan masalah perdagangan dengan HKI. Sebenarnya organisasi yang menangani masalah HKI jauh sebelum lahirnya WTO sudah ada yakni WIPO (World Intellectual Property Organization) badan khusus PBB, namun WIPO dianggap kurang kuat dalam melindungi HKI.


2.Apa manfaat dari HAKI ?

Manfaat HAKI antara lain :

1. Memberikan perlindungan hukum bagi pencipta atau penemu dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan karya ciptanya.

2. Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk penemuan baru di berbagai bidang teknologi.

3. Memberikan keleluasaan membuat kepada para pencipta supaya karyanya bermanfaat bagi masyarakat.

4. Peningkatan dan perlindungan HKI akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas.

5. Memberikan perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreatifitas bagi masyarakat agar bias mencipatakan tanpa rasa takut.

6. Meningkatkan produktivitas dan daya saing produk Indonesia.


3.Jelaskan isue-isue masalah HAKI di Indonesia.

-Peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang-bidang hak kekayaan intelektual belum terdiseminasi dengan baik dan menyeluruh.

-Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual di Indonesia.

-Jumlah paten yang masih minim di Indonesia.

-Angka pembajakan serta dinamika pelanggaran hak cipta yang cukup tinggi di Indonesia.


4. Berikan pendapat anda mengenai perkembangan HAKI di Indonesia

 

Bagi Indonesia, pengembangan sistem HaKI telah diarahkan untuk menjadi pagar, penuntun dan sekaligus rambu bagi aktivitas industri dan lalu lintas perdagangan. Dalam skala ekonomi makro, HaKI dirancang untuk memberi energi dan motivasi kepada masyarakat untuk lebih mampu menggerakkan seluruh potensi ekonomi yang dimiliki.
Ketika menghadapi badai krisis ekonomi, HaKI terbukti dapat menjadi salah satu payung pelindung bagi para tenaga kerja yang memang benar-benar kreatif dan inovatif. Lebih dari itu, HaKI sesungguhnya dapat diberdayakan untuk mengurangi kadar ketergantungan ekonomi pada luar negeri. Bagi Indonesia, menerima globalisasi dan mengakomodasi konsepsi perlindungan HaKI tidak lantas menihilkan kepentingan nasional. Keberpihakan pada rakyat, tetap menjadi justifikasi dalam prinsip-prinsip pengaturan dan rasionalitas perlindungan berbagai bidang HaKI di tingkat nasional. Namun, semua itu harus tetap berada pada koridor hukum dan norma-norma internasional.


5. Menurut anda siapa sajakah yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?

Semua lapisan berperan besar dalam penegakan HAKI diindonesia tanpa usaha sosialisasi di berbagai lapisan masyarakat, kesadaran akan keberhargaan HaKI tidak akan tercipta. Sosialisasi HaKI harus dilakukan pada semua kalangan terkait, seperti aparat penegak hukum, pelajar, masyarakat pemakai, para pencipta dan yang tak kalah pentingnya adalah kalangan pers karena dengan kekuatan tinta kalangan jurnalis upaya kesadaran akan pentingnya HAKI akan relatif lebih mudah terwujud.

Latihan Soal 2 – HP100Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


1. Carilah  peraturan perundang-undangan HAKI di Internet Direktur Jenderal HAKI.

2. Carilah Kasus –Kasus Hak Cipta, Paten dan Merek dalam perkara Pidana.


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Bukti


  1. Peraturan perundang-undangan HAKI di Website Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.:
     

    Undang-Undang (UU) di Bidang Kekayaan Intelektual yang Berlaku Saat Ini

    download

    UU Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis

    download

    UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

    download

    UU Nomor 14 Tahun 2001 tentang Paten

    download

    UU Nomor 13 Tahun 2016 tentang Paten

    download

    UU Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek

    download

    UU Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

    download

    UU Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri

    download

    UU Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang

    download

    UU Nomor 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
     

    Peraturan Pemerintah

    download

    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2016 tentang Jenis Dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

    download

    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2014 tentang Jenis Dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia

    download

    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2009 tentang Jenis Dan Tarif Atas Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Berlaku Pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
     

    Peraturan Menteri

    download

    Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek

    download

    Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2016 tentang Pelayanan Permohonan Kekayaan Intelektual Secara Elektronik

    download

    Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Tata Cara Permohonan dan Penerbitan Izin Operasional Serta Evaluasi Lembaga Manajemen Kolektif

    download

    Peraturan Bersama Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika
     

    Keputusan Menteri

    download

    Keputusan Menteri Hukum dan HAM Tentang Petunjuk Pelaksanaan Manajemen Penyidikan Tindak Pidana di Bidang Kekayaan Intelektual
     

    Keputusan Direktur Jenderal KI

    download

    Penetapan Standar Pelayanan Kekayaan Intelektual

    download

    Keputusan Direktur Jenderal KI Tentang Pemberlakuan Sistem Otomasi Administrasi Kekayaan Intelektual (Industrial Property Automation System – IPAS) di Lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual

    download

    Keputusan Direktur Jenderal KI Tentang Penetapan Penggunaan Sistem Otomasi Merek Berbasis Industrial Property Automation System

    download

    Keputusan Direktur Jenderal KI Tentang Penetapan Formulir Permohonan Merek

  2. Kasus –Kasus Hak Cipta, Paten dan Merek dalam perkara Pidana:
    • Kasus Hak Cipta :Jumat, 12 September 2008 | 14:47 WIB

      DENPASAR,Kompas.com — Malang benar nasib Ketut Deni Aryasa, perajin perak asal Bali. Ia dituding menjiplak salah satu motif perusahaan perak milik asing, PT Karya Tangan Indah. Deni Aryasa bahkan telah diseret ke meja hijau dan dituntut dua tahun penjara. “Motif yang saya gunakan ini adalah milik kolektif masyarakat di Bali, yang sudah ada sejak dulu. Bukan milik perseorangan, tapi mengapa bisa dipatenkan pihak asing,” kata Deni Aryasa, yang ditemui di rumahnya di Denpasar, Jumat (12/9). Deni Aryasa dituding meniru dan menyebarluaskan motif fleur atau bunga. Padahal motif ini adalah salah satu motif tradisional Bali yang kaya akan makna. Motif serupa dapat ditemui di hampir seluruh ornamen seni di Bali, seperti gapura rumah, ukiran-ukiran Bali, bahkan dapatditemui sebagaimotif pada sanggah atau tempat persembahyangan umat Hindu di Bali. Ironisnya, motif tradisional Bali ini ternyata dipatenkan pihak asing di Direktorat Hak Cipta, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Republik Indonesia pada tahun 2006 dengan nomor 030376. Pada surat keputusan Ditjen Haki, tertulis pencipta motif fleur adalah Guy Rainier Gabriel Bedarida, warga Prancis yang bermukim di Bali. Sedangkan pemegang hak cipta adalah PT Karya Tangan Indah milik pengusaha asal Kanada, John Hardy. Dengan tudingan melanggar hak cipta, Deni Aryasa kini dituntut dua tahun penjara. Bahkan Deni sempat ditahan selama 40 hari di LP Kerobokan Bali. Kini Deni menjalani tahanan rumah. “Saya mungkin satu-satunya orang yang dituntut melanggar hak cipta yang pernah ditahan selama 40 hari,” kata Deni Aryasa.
      Peradilan kasus hak cipta ini akan dilanjutkan pada Rabu (17/9) mendatang di Pengadilan Negeri Denpasar dengan agenda pledoi atau tanggapan terhadap tuntutan jaksa. Motif fleur ini juga telah dipatenkan di Amerika Serikat, sehingga kini perajin perak di Bali yang menggunakan motif yang sama pun terancam ikut terjerat pelanggaran hak cipta. Asosiasi Perajin Perak mencatat terdapat sedikitnya 800 motif perak tradisional Bali yang telah dipatenkan pihak asing di Amerika Serikat.

    • Kasus Hak Paten :
      JEPANG, SHARP.com — Tuntutan ini diperkarakan di Pengadilan Wilayah Amerika Serikat untuk Texas Bagian Timur (United States District Court for the Eastern District of Texas). Gugatan tersebut dengan tuduhan bahwa produk-produk berikut menyalahi hak paten yang berkaitan dengan LCD milik SHARP : modul liquid crystal display (LCD) yang diproduksi oleh Samsung dan dijual di AS oleh Samsung; TV LCD dan monitor LCD yang menggunakan modul LCD yang diproduksi oleh Samsung dan dijual di AS oleh SEA; dan telepon genggam yang menggunakan modul LCD yang diproduksi oleh Samsung dan dijual di AS oleh STA. Dalam gugatannya, SHARP meminta pengadilan mengabulkan kompensasi ganti rugi yang dialami SHARP dan melarang penjualan produk yang bermasalah tersebut. SHARP juga menghendaki adanya tim juri penilaian.

      SHARP merupakan satu perusahaan terkemuka dalam pengembangan industri liquid crystal. SHARP memulai penelitian dan pengembangan teknologi liquid crystal pada tahun 1970 dan yang pertama di dunia memproduksi aplikasi LCD pada kalkukaltor di tahun 1973. Sejak itu, SHARP telah berupaya melakukan penelitian dan pengembangan yang terus menerus untuk teknologi liquid crystal.

      SHARP memperkenalkan TV LCD AQUOS di tahun 2001. SHARP mulai memproduksi TV LCD berukuran besar pada tahun 2004 di Pabrik Kameyama-nya di Jepang, suatu fasilitas produksi TV LCD yang terintegrasi dan menggabungkan semua aspek dalam proses produksi dari pembuatan modul LCD hingga perakitan akhir TV LCD.

      SHARP memegang banyak hak paten yang berkaitan dengan LCD di Jepang, di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya sebagai hasil dari upaya penelitiannya yang ekstensif, dan memberikan ijin atas pemakaian hak patennya untuk teknologi LCD umum kepada produsen panel LCD.

      SHARP telah berusaha menegosiasikan untuk mencapai kesepakatan dengan Samsung atas satu perijinan hak paten LCD sejak 2006, namun sangat disesalkan tidak dapat memecahkan masalah ini melalui proses negosiasi. Sebagai hasilnya, SHARP terpaksa mengajukan gugatan perkara hukum ini untuk melindungi properti intelektualnya.

    • Kasus Hak Merek :Kamis, 15 Desember 2016 | 19:10 WIB

      kompasiana.com — Merek merupakan suatu tanda yang berupa gambar, nama, kata-kata, huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda didalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. Fungsi dari merek dapat dikatakan sebagai identitas atau sebagai pembeda dari perusahaan atas barang yang di keluarkan dengan perusahaan lain,, selain itu merek juga mempunyai fungsi sebgai jaminan mutu produk terutama dalam segi kualitasnya.

      Oleh karena itu agar kepemilikan dan merek tersebut di akui oleh konsumen, maka di butuhkan perlindungan yakni hak merek yang mana hak merek adalah hak khusus yang diberikan oleh Negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umumum Merek untuk jangka waktu tertentu, dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memebrikan izin kepada pihak lain untuk menggunkannya yang mana fungsi dari hak meerek ini sendiri agar tidak di salah gunakan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab seperti menduplikasi merek tersebut.

      Kasus merek khususnya di Indonesia banyak terjadi dalam bidang industri. Salah satu adalah sengkera Sepeda Motor Tossa Krisma dengan Honda Karisma. Kasus ini berawal dari kesalahan penemu merek. Jika dilihat secara seksama merek antara Krisma dan Karisman memiliki penyebutan kata yang sama. Tossa krisma di produksi oleh PT. Tossa Sakti, sedangkan Karisma di produksi oleh PT. Astra Honda Motor. PT. Tossa Sakti tidak dapat membandingkan dengan PT. Astra Honda Motor, karena PT. Astra Honda Motor perusahaan yang mampu meperoduksi 1.000.000 unit sepeda dalam tiap tahunnya. Sedangkan PT. Tossa Motor pada waktu itu tidak banyak konsumen yang mengetahuinya perusahaan tersebut hanya berada di Jawa Tengah dan bebrapa unit di Jakarta tidak sama dengan halnya PT. Astra Honda Motor yang kian meluber di seluruh Indonesia.

      Permaslahan kasus ini tidak ada hubungannya dengan pemproduksian, akan tetapi permasalahnya penggunaan merek yang di gunakan oleh PT. Astra Honda Motor dengan merek Karisma. Gunawan Candra sebagai pemilik merek krisma mengajukan gugatan ke PT. Astra Honda Motor atas merek tersebut. Menurut Gunawan candra (PT. Tossa Sakti) PT. Astra Honda Motor telah menggunakan merek tersebut dan tidak sesuai dengan yang terdaftar di Direktorat Merek Dirjen HKI dan KEMENKUMHAM bahkan PT. Astra Honda Motor diduga telah menggunak\

      an merek tidak sesuai dengan prosedur karena aslinya huruf karisma di desain dengan huruf balok dan berwarna hitam putih, sedangkan pada kenyataannya PT Astra Honda Motor memproduksi motornya dengan merek Karisma.

      Akhirnya pemohonan Gunawan Candra dikabulkan oleh pengadilan niaga akan tetapi PT. Astra Honda Motor tidak menerima keputusan tersebut bahkan mengajukan keberatan melalui kasasi ke Mahkamah Agung dan hasil persidangan tersebut Pihak PT. Tossa Sakti atau gunawan Candra memenangkan perkara ini. dalam hal ini, PT. Astra Honda Motor DIKENAKAN PASAL 61 DAN 63 UU NO 15 TAHUN 2001 tentang merek sebagai sarana penyelundupan. dan hal ini menyebabkan penurunan Honda karisma dan pengaruh sikologis terhadap konsumen dari dampak tersebut PT. Astra Honda Motor telah mencabut merek Karisma dan menggantikan dengan desain baru yaitu Honda Supra X dengan bentuk hampir serupa dengan Honda Karisma.


 

Latihan Soal 1 – HP100Z; Adi Lestarianto Wibowo – 1722499859

Instruksi


Berikut Soal dari Materi 1. Materi dapat dilihat di Pertemuan 1.

1. Apa latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) ?

2. Apa manfaat dari HAKI ?

3. Jelaskan isue-isue masalah HAKI di Indonesia.

4. Berikan pendapat anda mengenai perkembangan HAKI di Indonesia

5. Menurut anda siapa sajakah yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?


Keterangan


  • Sudah dikerjakan

Status


  • 100%

Bukti


  1. Latar belakang lahirnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI):
    • Melindungi hak alamiah dasar pencipta, yaitu hak untuk memiliki dan mengontrol ciptaannya secara wajar dan adil.
    • Penggunaan terhadap ciptaan orang sudah sewajarnya harus dengan ijin dari penciptanya terlebih dahulu.
    • Pencipta berhak untuk menentukan bagaimana ciptaannya digunakan ataupun mencegah orang lain untuk tidak menggunakan ciptaannya.
    • Keefektivan penegakan hukum dalam melindungi HKI dapat menarik investasi asing serta mendorong peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
  2. Manfaat dari HKI antara lain:
    • Memberikan perlindungan hukum bagi pencipta atau penemu dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan karya ciptanya.
    • Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk penemuan baru di berbagai bidang teknologi.
    • Memberikan keleluasaan membuat kepada para pencipta supaya karyanya bermanfaat bagi masyarakat.
    • Peningkatan dan perlindungan HKI akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas.
    • Memberikan perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreatifitas bagi masyarakat agar bias mencipatakan tanpa rasa takut.
    • Meningkatkan produktivitas dan daya saing produk Indonesia.
  3. Isue-isue masalah HAKI di Indonesia:
    • Peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang-bidang hak kekayaan intelektual belum terdiseminasi dengan baik dan menyeluruh.
    • Lemahnya penegakan hukum terhadap kasus-kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual di Indonesia.
    • Jumlah paten yang masih minim di Indonesia.
    • Angka pembajakan serta dinamika pelanggaran hak cipta yang cukup tinggi di Indonesia.
  4. Pendapat mengenai perkembangan HKI di Indonesia:
    • Bagi Indonesia, pengembangan sistem HKI telah diarahkan untuk menjadi pagar, penuntun dan sekaligus rambu bagi aktivitas industri dan lalu lintas perdagangan. Namun faktor pemahaman masyarakat dan kesiapan aparat penegak hukumlah yang memiliki hubungan kuat dengan kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan. Sosialisasi memang sangat diperlukan untuk menjamin keefektivitasan penegakan hukum. Karena efektivitas penegakan hukum sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman masyarakat dan kesiapan aparat. Semakin tinggi pemahaman masyarakat, maka semakin tinggi pula tingkat kesadaran hukumnya. Demikian pula dengan kondisi aparat, semakin tinggi pemahaman aparat hukum, maka semakin mantap kinerjanya di lapangan. Keduanya merupakan faktor yang menentukan untuk keberhasilan pengembangan sistem HKI di Indonesia.
  5. Siapa sajakah yang berperan melaksanakan HAKI di Indonesia?
    • Pencipta/penemu sebagai pemilik hak kekayaan intelektual.
    • Pemerintah dalam hal ini sebagai pembuat peraturan perundang-undangan yang mengatur soal HKI dan fungsi pembinaan praktek HKI yang saat ini diwakili oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
    • Aparat penegak hukum yang berfungsi melaksanakan penegakan hukum terhadap kasus-kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual di Indonesia.
    • Masyarakat secara umum sebagai pelaku dan target pembinaan/sosialisasi terhadap hak kekayaan intelektual, sebab seperti yang telah dijelaskan pada jawaban sebelumnya, pemahaman terhadap hak kekayaan intelektuallah yang menentukan keberhasilan pengembangan sistem HKI di Indonesia.

 


 

Request Author

Pertanyaan:

Silahkan Request untuk menjadi author di ime class HP100.

Jawaban kalian berupa nama email kalian di rinfo.

 

Status: tercapai

Keterangan: saya sudah mengerjakan assignment yang diberikan

Bukti:

 

Request Link SKuP

Pertanyaan:

Silahkan request untuk link SKUP agar terintegrasi dengan iMe Class HP100.

 

Status: tercapai

Keterangan: saya sudah mengerjakan assignment yang diberikan

Bukti:

 

Student Agreement

Pertanyaan:

Silahkan isi DISINI

 

Status: tercapai

Keterangan: saya sudah mengerjakan assignment yang diberikan

Bukti:

 

Aktivasi Sis+

1. Pertanyaan :

Silahkan aktivasi Sis+ kalian di http://sisplus.raharja.ac.id/

Bagi yang telah aktivasi berikan pembuktiannya.

Bagi yang belum silahkan request di http://iduhelp.ilearning.me/iduhelp-2/ dan ikuti instruksi selanjutnya.

2. Status : Tercapai 100%

3. Keterangan atau Pernyataan : Saya sudah mengerjakan assignment di atas

4. Bukti :